Senin, 17 Mei 2010

Ekonomi Kreatif yang Menggiurkan

Di kancah yang semakin internasional ini begitu banyak persaingan dalam suatu bangsa, khususnya pada sektor ekonomi. Banyak bangsa yang mengekspor hasil negerinya ke luar negri baik itu secara pertanian ( kopi, tembakau, sawit, coklat), kebudayaan, dan agama. Menghadapi perekonomian yang semakin banyak mengalami persaingan, maka pemerintah membuka sektor industri kreatif di tengah bangsanya.

Indonesia merupakan salah satu diantara Negara yang mengandalkan ekonomi kreatif. Hal ini terlihat dari tersimpannya ribuan bahkan jutaan potensi produk kreatif yang layak dikembangkan di tanah air. Lihat saja potensi itu, sekitar 17.500 pulau, 400 suku bangsa, lebih dari 740 etnis baik itu dari segi budaya, bahasa, agama dan kondisi sosial-ekonomi bangsa. Semua aspek itu bila diarahkan menjadi industry kreatif, tentu membuuahkan hasil luar biasa. Apalagi, era saat ini mengarah pada ekonomi kreatif.

Pada dasarnya Perkembangan ekonomi kreatif di dorong dengan diluncurkannya program Indonesia Design Power (IDP) pada 2006. IDP merupakan program untuk meningkatkan daya saing produk-produk Indonesia di pasar domestik maupun ekspor.

Selama kurun waktu 10 tahun terakhir, sektor ekonomi kreatif makin berkembang pesat di beberapa kota besar. Melalui inisiatif komunitas anak muda di sejumlah kota, seperti Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta.

Benih yang memicu pertumbuhan ekonomi kreatif di tingkat lokal telah mam pu me lahirkan karya film, animasi, fashion, mu sik, software, gamekomputer, dan sebagai nya. Beberapa di antara pelaku ekonomi krea tif ini malah mendapatkan kesempatan menam pilkan karyanya di ajang internasional.

Istilah ekonomi kreatif pertama kali didengungkan tokoh bernama John Howkins, penulis buku Creative Economy, How People Make Money from Ideas.Dia seorang yang multiprofesi. Selain sebagai pembuat film dari Inggris, ia juga aktif menyuarakan ekonomi kreatif kepada pemerintah Inggris sehingga banyak terlibat dalam diskusi-diskusi pembentukan kebijakan ekonomi kreatif di kalangan peme rintahan negara-negara Eropa.

Menurut Howkins, definisi ekonomi kreatif adalah kegiatan ekonomi di mana input dan outputnya adalah gagasan. Tokoh berikutnya seorang doktor dibidang ekonomi, Dr Richard Florida, dari Amerika, penulis buku The Rise of Creative Classdan Cities and the Creative Class. Dia menyuarakan tentang industri kreatif dan kelas kreatif di masyarakat.

Pemenang nobel di bidang ekonomi, Robert Lucas, mengatakan kekuatan yang menggerakan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi kota atau daerah dapat dilihat dari tingkat produktivitas klaster orangorang bertalenta dan orang-orang kreatif atau manusia-manusia yang mengandalkan kemampuan ilmu pengetahuannya.

“Pemerintah menyadari, saat ini ekonomi kreatif telah menjadi salah satu lokomotif perekonomian Indonesia. Ini terlihat dari pergeseran sektor pertanian, indutri, jasa ke ekonomi kreatif,” jelas Mendag.

Ekonomi kreatif, kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, merupakan satu dari tiga sektor yang dapat mendorong perekonomian Indonesia di saat ekonomi dunia melambat. Dua sektor lain, yaitu pariwisata serta tenaga kerja yang handal, terampil, dan berbudaya. Tiga sektor ini, punya potensi cukup besar, keunggulan serta peluang devisa yang tinggi. ‘’Tiga bidang itu selama beberapa tahun terakhir menunjukkan kemajuan pesat. Potensinya masih ada sehingga perlu didorong untuk mencapai sasaran,’‘ ujar Presiden.

Sektor ekonomi kreatif, tambahnya, menjadi salah satu sektor yang berkontribusi cukup besar kepada negara. Terbukti dari perannya yang enam persen terhadap PDB. ‘’Sektor ekonomi kreatif kita sudah berjalan dengan benar, dan tahun ini pemerintah sudah menyusun road map-nya,’‘ kata SBY.

Dalam konteks itu, pengembangan seni, inovasi, teknologi dan kewirausahaan menjadi kata kunci. Oleh karena itu, tak heran jika di tengah kekhawatiran dan lesunya dunia bisnis padat modal. Harapan kini tertuju pada ekonomi kreatif.

Pada pengaplikasiannya di negeri ini dan untuk menanggulangi jumlah pengangguran di Indonesia yang semakin meningkat, maka pada tahun 2008, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganjurkan untuk meningkatkan perekonomian dari segi kreativitas. Industri kreatif adalah suatu industri atau lingkungan kerja yang didasari oleh ide-ide baru dalam diri seseorang. Oleh karena itu, pemerintah mendirikan Politeknik Negeri Media Kreatif (PoliMedia) guna menjalankan ide kreatif Presiden tersebut.

Terciptanya ekonomi kreatif maka, persaingan pun akan sangat diperlukan. Tanpa menghilangkan sesuatu yang unik dalam diri individu. Salah satunya dengan munculnya ide kreatif seseorang. Seringkali kita merasa sulit atau mandek mencari ide atau gagasan kreatif . Bahkan untuk mendapatkan sebuah ide saja, rasanya otak ini sudah buntu. Ide dapat muncul sewaktu-waktu, kapan pun, di mana pun. Oleh karena itu, jangan biarkan ide brilian kita terlewat begitu saja! akan lebih baik kalau kita menulis setiap gagasan baru di dalam catatan kita.

Suatu kondisi yang nyaman dan dinamis sangat dibutuhkan untuk menyuburkan lahan-lahan ide kreatif. Lingkungan yang dinamis berarti penuh dengan semangat dan tenaga untuk bergerak maju. Lingkungan dengan budaya open mind juga memberikan ruang gerak yang sehat untuk berkreasi. Ide adalah sesuatu hal yang dicetuskan untuk menyelesaikan sesuatu masalah tertentu. Sedangkan ide kreatif adalah sesuatu yang baru, yang bisa saja belum pernah dipikirkan oleh orang lain dan tentunya berguna untuk sesuatu masalah.

Oleh karena itu, dibukanya PoliMedia ini merupakan salah satu bentuk dari penyiapan SDM yang kompetitif di bidangnya masing-masing. Seperti tiga jurusan yang saat ini dimiliki yaitu; Penerbitan, Desain Grafis, Teknik Grafika. Ketiga jurusan ini memiliki peran penting dalam industri media kreatif. Penerbitan fokus pada bagian isi (buku, majalah, Koran, tabloid), desain grafis pada bagian mendesain, sedangkan teknik grafika berfungsi pada bagian mencetaknya. Dapat dikatakan, ketiga jurusan ini memiliki hubungan yang sangat erat dalam percetakan. So, jangan pernah takut untuk selalu mengapresiasikan ide kreatifmu!

Rabu, 05 Mei 2010

kebimbangan

terkekang bagaikan tempurung katak
sunyi kelabu yang selalu ada
tak ada senyum yang dulu merekah
tak ada pipi merah merona

pikirku pun mulai melayang
banyak hal dan janji yang terucap
cara tuk meyakinkan hati ini

ku rindu belaianmu
ku rindu canda mu
ku rindu senyum mu
sudahilah semua keegoisan ini

jangan ungkit lagi salah ku
perbaiki diri dengan janji
janji baru tuk mengulang semua dari awal
bukti, hanya itu yang dapat ku janjikan

Rabu, 21 April 2010

Masalah Kecoa Di rumah

Hampir tiap rumah di Indonesia memiliki masalah dengan kecoa. Serangga ini, sering muncul di tiap sudut rumah, apalagi jika, keadaan rumah sangat kotor. Faktor lain yang menyebabkan banyaknya kecoa di dalam rumah adalah wilyah Indonesia yang terkenal dengan iklim tropis. Pada dasarnya, kecoa merupakan hewan yang telah menghuni bumi sejak 300 juta tahun silam. Sekitar 5.000 spesies tersebar di dunia, termasuk di Indonesia. Di Indonesia, terdapat dua jenis kecoa yaitu kecoa amerika (Amerika cockroach) dan kecoa Jerman (German cockroach).

Kedua jenis kecoa ini mempunyai habitat yang berbeda-beda. Kecoa Amerika sering berada di dalam tempat yang lembab dan hangat. Jenis kecoa ini sering berada di luar rumah. Sedangkan, kecoa Jerman senang berada di dalam rumah terutama pada tempat yang lembab, gelap dan banyak makanan seperti dapur. Hingga saat ini, kecoa memang tidak menularkan penyakit kepada manusia seperti lalat. Akan tetapi, kecoa memiliki bau yang sangat cirri khas yang begitu menyengat. Hal ini, karena keberadaan kecoa yang senang di tempat lembab.

Tidak ada salahnya, kita membasmi keberadaan kecoa di rumah kita. Meski, ia tidak menyebabkan penyakit, akan tetapi ia memiliki bau yang sangat berciri khas. Berikut beberapa tips untuk membasmi kecoa secara tradisonal.
• Jagalah sanitasi rumah kita
• Simpan makanan dalam wadah tertutup rapat agar tak menjadi santapan kecoa.
• Segera bersihkan makanan yang tercecer
• Buanglah sampah ke luar rumah. Jangan biarkan sampah menumpuk di dalam rumah semalaman.
• Kita juga dapat menyiram telur kecoa dengan air panas untuk mencegah penetasan.
• Daun salam juga dapat mengusir kecoa, dengan cara meletakkan daun salam di tempat-tempat yang disukai kecoa, pojok dapur misalnya.
Semoga dengan mengikuti tips-tips berikut, dapat memberantas komunitas kecoa di rumah kita. Silakan mencoba!

Senin, 19 April 2010

Kiat Sukses Dengan Ide Kreatif

Di kancah yang semakin modern ini semakin banyak saja persaingan dalam dunia kerja. Bahkan, dari realita sekarang ini masih sangat banyak lulusan S1 yang menganggur. Mereka hanya berbekal gelar, tanpa keterampilan. Hal ini, sangat dihindari oleh para mahasiswa pemula. Tidak hanya dalam dunia kerja yang memiliki persaingan. Dalam dunia perkuliahan pun masing-masing kampus menunjukan kredibilitasnya. Maka tak jarang mereka mencari jaringan seluas mungkin, baik secara eksternal maupun internal.

Untuk menanggulangi jumlah pengangguran di Indonesia yang semakin meningkat, maka pada tahun 2008, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganjurkan untuk meningkatkan perekonomian dari segi kreatifitas. Industri kreatif adalah suatu industri atau lingkungan kerja yang di dasari oleh ide-ide baru dalam diri seseorang. Oleh karena itu, pemerintah mendirikan Politeknik Negeri Media Kreatif (PoliMedia), guna menjalankan ide kreatif Presiden tersebut.
Dalam persaingan sangat diperlukan sesuatu yang unik dalam diri salah satunya dengan munculnya ide kreatif seseorang. Seringkali kita merasa sulit atau mandek mencari ide atau gagasan kreatif . bahkan untuk mendapatkan sebuah ide saja, rasanya otak ini sudah buntu. Ide dapat muncul sewaktu-waktu, kapanpun, dimanapun. Oleh karena itu, jangan biarkan ide brilian kita terlewat begitu saja! akan lebih baik kalau kita, menulis setiap gagasan baru di dalam catatan kita.

Suatu kondisi yang nyaman dan dinamis sangat dibutuhkan untuk menyuburkan lahan-lahan ide kreatif. Lingkungan yang dinamis berarti penuh dengan semangat dan tenaga untuk bergerak maju. Lingkungan dengan budaya open mind juga memberikan ruang gerak yang sehat untuk berkreasi. Ide adalah sesuatu hal yang dicetuskan untuk menyelesaikan sesuatu masalah tertentu. Sedangkan ide kreatif adalah sesuatu yang baru, yang bisa saja belum pernah dipikirkan oleh orang lain dan tentunya berguna untuk sesuatu masalah.

Salah satu contoh memanfaatkan ide kreatif kita adalah dengan memanfaatkan bakat menulis. Tahap pertama yang dapat dilakukan seorang penulis adalah menemukan gagasan atau ide tengtang apa saja yang hendak ditulis atau diteliti. Ada baiknya, setiap tulisan yang kita buat memiliki data yang cukup akurat. Cara observasi pun dapat dilakukan seorang penulis, sehinggga mampu menguatkan fakta dari tulisan tersebut.
Setelah menemukan ide, tahap kedua adalah mewujudkan ide tersebut. pada tahap ini dapat dikatakan hal yang sulit dilakukan. Karena seorang penulis harus bersifat objektif. Oleh karena itu, kegagalan sering terjadi pada tahap realisasi ini.

Ide kreatif memang tidak muncul begitu saja, kita harus memiliki banyak pengetahuan dan pengalaman. Beberapa hal yang dapat memunculkan ide kreatif yaitu; Dengan membaca. Pepatah mengatakan “ Buku adalah gudang ilmu”. Hal ini sangat benar keberadaannya. Dengan membaca kita dapat menambah kosa kata dalam berbahasa. Secara tidak langsung pun kita dapat mengetahui gaya selingkung tiap penulis.

Hal kedua, kita harus rajin mengamati setiap keadaan di sekitar kita. Setiap realita yang terjadi di sekeliling kita dapat menjadi sumber informasi. Selain itu, kita juga harus banyak referensi dalam menulis. Sehingga tidak terkesan monoton.

Hal ketiga yaitu, kita harus sering berdiskusi dengan seseorang yang sudah berpenglaman dalam menulis. Misalnya, ketika ada seminar mengenai dunia tulis menulis ada baiknya, kita ikut aktif dalam berdiskusi sehingga dapat menambah wawasan dalam menulis.
Apabila, tiga hal tersebut sudah dilakukan, maka hal terakhir yang tidak boleh kita tinggalkan yaitu berdoa kepada Tuhan. Ketiga hal tersebut tidak dapat kita lakukan, jika kita tidak meminta bimbingan dari-Nya.

Demikian, beberapa hal yang perlu dilakukan dalam dunia tulis menulis. Apabila, kita memiliki bakat menulis, jangan pernah meremehkan bakat tersebut. sebaliknya, kita harus mendalaminya lebih detail. Seseorang akan berhasil tidak hanya dari bidang akademik, melainkan dari kreatifitas itu sendiri. Jika, seluruh masyarakat di Indonesia ini memahami potensi yang dimilki masing-masing individu, maka dapat dipastikan tingkat pengangguran pun akan berkurang. So, jangan takut untuk terus berkarya dan berinovasi!!!

Selasa, 13 April 2010

Rokok, Racun yang Mematikan

Hingga saat ini, semakin berkembangnya penduduk dunia semakin bertambah pula produk pemasaran. Salah satunya produk rokok yang semakin meningkat saja, di kancah internasional. Khususnya di Indonesia konsumen rokok menduduki peringkat ke tiga di dunia. Dari data di Indonesia, sebagian besar perokokberasal dari kalangan penduduk miskin. Secara tidak disadari, keluarga miskin meningkatkan alokasi anggaran rokok yang mengakibatkan anggaran untuk makanan pokok harus dikurangi.

Dari dulu, hingga sekarang yang namanya merokok selalu membawa penyakit, khususnya anggota tubuh yang paling vital seperti, jantung dan paru-paru. Tidak hanya itu, hinggga saat ini diketahui bahwa racun rokok dapat menurunkan IQ (Intelegence Question). Berdasarkan penelitian, merokok satu bungkus per hari atau lebih, dapat menurunkan IQ tujuh setengah poin lebih rendah daripada non-perokok. Para remaja yang merokok secara teratur cenderung memiliki tingkat kecerdasan lebih rendah mencolok daripada yang bukan perokok. Menurut studi, lebih dari 20.000 orang dewasa yang melakukan perawatan di Medical Center di Tel Hashomer Rumah Sakit di Israel.

Hasilnya, perokok yang berusia 18-21 tahun ditemukan memiliki IQ 94, sedangkan non-perokok pada usia yang sama rata-rata 101. Mereka yang merokok lebih dari satu bungkus sehari memiliki IQ sangat rendah sekitar 90. Kecerdasan rata-rata nilai IQ berkisar 84-116 poin. Tak hanya perokok yang memiliki IQ lebih rendah dari mereka yang tidak merokok. Namun, perokok pasif yang tinggal bersama di lingkungan para perokok juga akan terkena imbas sama. Meskipun bukan perokok, namun tinggal bersama di lingkungan berasap rokok juga bisa memiliki IQ yang lebih rendah dari mereka yang tinggal di lingkungan tanpa asap rokok.

Apabila kita lihat berdasarkan data di atas, dapat disimpulkan rokok hanya dapat menyebabkan kerugian individu. Meski, ia dapat memberikan devisa secara tidak langsung terhadap Negara. Akan tetapi, kerugian hanya menjadi petaka oleh tiap individu. Oleh karena itu, sedari dini kita harus mengetahui dampa-dampak secara tidak langsung oleh kondisi tubuh kita. Jangan hanya nikmat di mulut seketika, dan tidak bertahan lama di dalam tubuh. Apabila, hal sekecil ini sudah dapat dihindari oleh para remaja, maka bangsa yang cerdas pun menjadi harapan di masa depan.


Selasa, 30 Maret 2010

Dari Suatu Perpisahan

Terkadang ada baiknya kita berduka,
Agar terasa betapa gembira
Pada saatnya kita bersuka

Terkadang ada baiknya kita menangis,
Agar terasa betapa manis
Pada saatnya kita tertawa

Terkadang ada baiknya kita merana,
Agar terasa betapa bahagia
Pada saat ita bahagia

Dan jika kita sedang berpisah
Itu pun ada baiknya juga
Agar terasa betapa mesra
Jika pada saatnya nanti
Kita ditakdirkan bertemu lagi

Budaya Baca di Indonesia

Negara yang berhasil adalah Negara yang masyarakatnya gemar membaca. Membaca berawal dari hobi seseorang. Intinya, harus ada kemauan yang kuat dalam diri seseorang untuk selalu membaca tiap harinya. Jika, kegiatan membaca sudah dilakukan tiap harinya, alhasil wawasan kita pun akan bertambah pula. Mungkin memang benar hingga saat ini di Indonesia masih sangat sedikit masyaraktnya yang gemar membaca. Hal ini dapat dilihat dari kebudayaan para remaja yang menghabiskan sebagian waktu mereka untuk bersenang-senang di luar, seperti kumpulan remaja yang hobi nongkrong, jalan-jalan ke mall, dan hanya kepuasan dunia sesaat. Mereka tidak berpikir panjang dampak dari malas membaca. Membaca sudah dilakukan sejak kita duduk di bangku Taman Kanak-Kanak bahkan hingga akhir hayat. Jika program membaca begitu penting untuk kemajuan suatu bangsa, seberapa besarkah masyarakat Indonesia yang gemar membaca hingga saat ini?
Hingga saat ini minat baca masyarakat Indonesia masih dapat dikatakan rendah. Ini dapat kita lihat dari data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2006. Bahwa masyarakat kita belum menjadidkan kegiatan membaca sebagai sumber utama mendapatkan informasi. Orang lebih memilih menonton TV (85,9%), mendengarkan radio (40,3%), dan membaca Koran (23,5%).
Pada tahun 1992 International Association for Evantiluation of Eduacatuonal (IEA) melakukan riset tentang kemampuan membaca murid-murid Sekolah Dasar (SD) kelas IV 30 negara di dunia. Dari kesimpulan riset tersebut Indonesia menduduki urutan ke-29. Urutan tersebut menunjukan betapa rendahnya minat baca masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak SD.
Melihat realita yang seperti ini membuat miris nasib bangsa kedepannya. Jika, anak-anak SD sudah dilanda kemalasan untuk membaca bagaimana tingkatan-tingkatan di golongan atasnya. Kemalasan seeorang memang sangat sulit untuk dihilangkan, tapi malas tersebut dapat disiasati dengan berawal dari kesenangan salah satu contoh, membaca buku-buku yang berbau hiburan seperti, komik, cerpen, novel. Dari buku-buku bacaan tersebut kita akan terus membaca setiap serinya. Berawal dari bacaan ringan tersebut, kita mulai dengan bacaan-bacaan yang berpengetahuan. Pelan-pelan tetapi berbuah wawasan.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) , bahwa penduduk Indonesia yang berumur di atas 15 tahun membaca koran pada minggu hanya 55,11%. Sedangkan yang membaca majalah atau tabloid hanya 29,22%, buku cerita 16,72%, buku pelajaran sekolah 44,28% dan yang membaca buku ilmu pengetahuan lainnya hanya 21,07%
Pada dasarnya, program membaca di Indonesia tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional, Bab III pasal 4 ayat 5. Begitu pentingnya kegiatan membaca sehingga leluhur bangsa menciptakan ungkapan “membaca adalah kunci Ilmu, sedangkan gudang ilmu adalah buku”.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan kemampuan membaca anak-anak di Indonesia tergolong rendah. Pertama, kurangnya sarana dan prasarana. Salah satu contoh fasilitas perpustakaan yang masih sangat kurang dalam memberikan sajian buku-buku yang masih sedikit. Oleh karena itu sangat diperlukan buku-buku yang bermutu dalam perpustakaan untuk menarik minat baca si pembaca. Kedua, masih banyaknya keluarga di Indonesia yang belum mentradisikan kegiata membaca pada anak-anak. Padahal jika, mereka menginginkan anak-anak yang berwawasan luas harus selalu mengajak jalan-jalan ke toko buku, dibanding dengan jalan-jalan ke tempat hiburan. Orangtua juga biasanya hanya member uang harin untuk anak-anak mereka jajan, padahal akan lebih baik jika disarankan untuk membeli buku.
Pribadi awal seorang anak akan terbentuk di dalam didikan sebuah keluarga. Termasuk dengan gemar membaca. Ada baiknya jika, di dalam sebuah keluarga terdapat perpustakaan keluarga, dan menghabiskan waktu berkumpul di perpustaaan tersebut. Hal ini harus dimulai dari perilaku orang tua terlebih dahulu, ajarkan anak-anak untuk selalu menggunakan sedikit dari waktu mereka untuk membaca. Dalam buku Mustofa W Hasyim yang berjudul Make Everything Well, khusus babnya “Menciptakan Keluarga Sukses” ia menganjurkan agar setiap keluarga memiliki perpustakaan keluarga, sehingga perpustakaan bisa dijadikan tempat yang menyenangkan ketika berkumpul bersama istri dan anak-anak.
Hingga saat ini dunia perbukuan di Indonesia memang sedang berkembang. Jumlah buku yang diterbitkan semakin bertambah. Walaupun belum ada data mengenai jumlah buku baru yang terbit dalam setahun, namun mengacu kepada jumlah buku yang diterima jaringan toko buku besar seperti Gramedia dan Gunung Agung. Setidaknya Indonesia mampu menerbitkan 12.000 judul buku baru dalam setahun. Jumlah tersebut tidak termasuk buku yang cetak ulang dalam tahun yang sama. Dengan rata-rata tercetak untuk satu judulnya 3.000 eksemplar, maka setidaknya para penerbit Indonesia mampu mengahasilkan 36.000.000 eksemplar buku dalam setahun.
Secara jumlah ilustrasi tersebut kelihatnnya tergolong besar. Namun, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah 250.000.000 orang, angka itu sangat memprihatinkan. Jika semua buku tersebut habis terserap pembaca, maka satu buku dikonsumsi oleh 6-7 orang dalam setahun. Celakanya perbandingan tersebut belum dianggap mewakili, karena pola distribusi buku di Indonesia yang kurang merata. Toko-toko buku yang sangat memadai terkonsentrasi pada kota-kota besar, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Jogjakarta, Semarang, dan lain-lain. Bahkan, jika memperhitungkan daya serap pasar, lebih dari 40% buku diserap oleh pembaca yang ada di wilayah Jabodetabek.
untuk membudayakan program baca di kalangan masyarakat Indonesia, maka Ikapi mengesahkan tanggal 17 Mei sebagai Hari Buku Nasional. Cara ini ditunjukan untuk mendorong kalangan perbukuan, baik penulis, penerbit, editor, illustrator, desainer, distributor, toko buku, dan lain-lain untuk menyadarkan masyarakat Indonesia mengenai pentingnya buku bagi kehidupan. Jika buku sudah menjadi gaya hidup, masyarakat tidak lagi asing lagi unuk membaca buku.
Oleh karena itu, tidak ada kata terlambat untuk memulai membaca buku. Membaca tidak mengenal usia. Karena wawasan seseorang akan dibawa hingga akhir hayat. Selain itu, jika buku sudah dianggap menjadi bagian yang tak terpisahkan dari hidup maka masyarakat tidak lagi menyikapi buku dengan kening berkerut, karena setiap lapisan masyarakat sudah mengerti bacaannya masing-masing. Apabila, masyarakat Indonesia sudah menganggap buku sebagai belahan jiwanya maka tidak perlu diragukan, masa depan bangsa akan terjamin dengan kegemaran baca yang dilakukan tiap individu.